PANGKALPINANG— Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) mendorong capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sememster I 2026 dengan menggelar monitoring dan evaluasi secara komprehensif. Hal ini ditegaskan Kepala Dinkes Babel, Ria Agustine, saat menyampaikan pengarahan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Komprehensif Hasil Pelaksanaan CKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang digelar di Ruang Pertemuan Dinkes Babel dan daring pada Senin (10/08/2026).

"Kita berkomitmen untuk mengoptimalkan pelaksanaan program CKG di kabupaten/kota," tegas Ria.

"Langkah ini difokuskan guna memastikan program deteksi dini tersebut benar-benar berdampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, bukan sekadar mengejar angka cakupan laporan," lanjutnya.
Ria mengungkapkan bahwa pertemuan strategis ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan CKG.

"Mulai dari aspek capaian, ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, validitas data, hingga tindak lanjut hasil pemeriksaan di lapangan," urainya.

CKG bukan sekadar mengejar angka cakupan, lanjutnya. "CKG merupakan upaya strategis untuk menemukan faktor risiko dan masalah kesehatan sedini mungkin sehingga dapat segera dilakukan intervensi yang tepat," harapnya.

Sependapat dengan Kadinkes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, sekaligus Ketua Tim Kerja Cek Kesehatan Gratis, Hastuti menyarankan agar pelaksanaan program CKG di tingkat puskesmas terus didorong agar tidak sekadar mengejar target angka semata.

"Berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh," lanjutnya.

Berdasarkan pertemuan sebelumnya, para kepala puskesmas sepakat bahwa CKG harus dijalankan dengan mengutamakan mutu pelayanan yang baik bagi masyarakat. 

"Sinergi internal antar program di puskesmas dinilai masih perlu diperkuat," lanjutnya. 

Selama ini, lanjutnya, sejumlah pengelola program seperti tim kesehatan keluarga, promosi kesehatan, lansia, hingga penanggung jawab CKG terkadang masih berjalan sendiri-sendiri atau sektoral.

"Padahal, CKG merupakan salah satu instrumen penting untuk mengondisikan puskesmas agar menjadi lebih solid melalui kerja sama lintas program," jelas Hastuti.

"Integrasi yang kuat antar unit layanan di puskesmas, mulai dari penanganan kesehatan ibu dan anak, promkes, hingga layanan lansia, menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan di lapangan," pungkasnya.

Pertemuan ini diikuti oleh dinas kesehatan kabupaten/kota beserta puskesmasnya, yang juga menyampaikan paparan terkait capaian dan perkembangan CKG-nya.