PANGKALPINANG— Dalam rangka memutus rantai penularan tuberkulosis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kesehatan menggelar Pelatihan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).
Kegiatan yang resmi dibuka secara virtual oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (Dinkes Babel), Ria Agustine mengungkapkan bahwa tujuan penyelenggaraan pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis, Senin (10/08/2026).
"Kita mengambil langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat untuk menekan angka kasus TBC yang masih menjadi tantangan kesehatan prioritas di Indonesia," ujarnya.
Ria menyoroti bahwa tantangan besar penanganan TBC juga menjadi fokus nasional dan global.
"Berdasarkan laporan WHO Global TBC Report 2023, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbesar di dunia setelah India, dengan estimasi mencapai 1.060.000 kasus," tuturnya.
Menurutnya, kondisi ini semakin diperparah oleh dampak pandemi COVID-19 yang sempat menurunkan angka penemuan kasus pada periode 2020–2021.
"Hingga awal 2024, capaian penemuan dan pengobatan kasus TBC secara nasional baru berada di angka 77 persen dari target 90 persen, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 85 persen dari target 90 persen," sambungnya.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, lanjut Ria, Dinkes Babel optimis para tenaga kesehatan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat secara optimal di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing.
"Semangat kolaborasi ini diharapkan mampu mewujudkan tenaga kesehatan yang berkompeten sekaligus menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan TBC di Bumi Serumpun Sebalai," pungkas Ria.